Mau tau bagaimana Kisah Maryam Ibu Nabi Isa as menurut dalil yang ada dalam Al-Qur'an, Simak kisahnya berikut ini
Berikut adalah kisah Maryam binti Imran, wanita suci yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'an, sebagai teladan keimanan dan ketaatan bagi kita semua.
1. Doa Hannah dan Kelahiran Maryam
Kisah dimulai dari istri Imran, Hannah, yang telah lama mendambakan seorang anak. Ia bernazar kepada Allah bahwa jika dikaruniai anak, ia akan menyerahkannya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Allah mengabulkan doanya, namun Hannah melahirkan seorang bayi perempuan, yang ia beri nama Maryam. Meskipun demikian, Allah menerima nazarnya dengan penerimaan yang baik.
"(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." (QS. Ali 'Imran: 35)
2. Maryam dalam Pemeliharaan Zakariya
Maryam tumbuh di bawah asuhan Nabi Zakariya di dalam mihrab (tempat ibadah khusus) di Baitul Maqdis. Ia tumbuh menjadi wanita yang sangat taat beribadah dan suci. Allah memuliakannya dengan karunia-karunia yang luar biasa. Setiap kali Zakariya menemuinya di mihrab, ia mendapati makanan (buah-buahan) yang bukan pada musimnya di sisi Maryam.
"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: 'Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab: 'Makanan itu dari sisi Allah'. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab'." (QS. Ali 'Imran: 37)
3. Kabar Gembira dari Malaikat
Suatu hari, Maryam mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Di sana, Allah mengutus Malaikat Jibril dalam wujud seorang manusia yang sempurna. Jibril menyampaikan kabar gembira bahwa Maryam akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang suci, meskipun ia belum pernah tersentuh oleh seorang laki-laki pun.
"Ia (Jibril) berkata: 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci'. Maryam berkata: 'Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!'. Jibril berkata: 'Demikianlah'. Tuhanmu berfirman: 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan'." (QS. Maryam: 19-21)
4. Kelahiran Nabi Isa AS
Ketika saat melahirkan tiba, Maryam menjauhkan diri ke tempat yang jauh. Rasa sakit melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma. Dalam keadaan lemah dan sendirian, Allah memberikan pertolongan-Nya. Sebuah sungai kecil mengalir di bawah kakinya, dan ia diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma agar buah kurma yang masak jatuh kepadanya.
"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: 'Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan'. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu'." (QS. Maryam: 23-25)
Kisah Maryam binti Imran adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT. Ia adalah wanita pilihan yang dimuliakan di dunia dan akhirat, menjadi ibu bagi seorang Nabi besar, Isa AS, melalui mukjizat yang tidak ada duanya. Keimanan, kesabaran, dan ketaatannya menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.

Komentar
Posting Komentar